Tema cinta dan dakwah tetap menjadi ruh dari tiga novelet di atas. Dengan apik Kang Abik mengajak pembaca menikmati gejolak rasa masing-masing tokoh, sambil digugah untuk selalu menjadikan Islam sebagai tuntunan hidup dalam mencari pasangan dan kehidupan yang lebih luasa. Berbeda dengan tokoh di Ayat-Ayat Cinta yang digambarkan sangat sempurna dan matang secara ghirah dan ilmu agama, tokoh-tokoh dalam novelet-novelet di atas digambarkan sebagai “orang biasa” yang mengalami pasang-surut iman dan akhirnya menemukan jatidirinya kembali sebagai seorang muslim yang taat. Namun demikian, dari sisi “ending” ada satu kesamaan dari novel-novel Kang Abik. Dia tidak ingin membuat pembaca kecewa, sehingga setelah pergulatan yang berat, sang tokoh akhirnya menemukan cintanya dan berakhir bahagia. Bagi penggemar novel-novel Islami, buku ini layak baca dan perlu dibaca. Selamat menikmati.
Rabu, 15 Desember 2010
DALAM MIHRAB CINTA
Diposting oleh Sakura.girl di 14.37KETIKA CINTA BERBUAH SURGA
Diposting oleh Sakura.girl di 14.36
Sinopsis
"...anakku sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Teman baik, yang membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga."
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.
"Apa maksud ayah degan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?"tanyanya dengan nada penasaran.
"dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu bukan karena derajatmu, tetapi kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keihlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan; karena Allah cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yanga membawa manfaat
KETIKA CINTA BERTASBIH 2
Diposting oleh Sakura.girl di 14.35
Kehadiran seorang gadis jelita dengan kekhusyuan ibadahnya di sepertiga malam terakhir itu, telah memperkuat karakter ia, seorang mahasiswi terbaik di Al Azhar University, ialah Anna Althafunnisaa. Seorang putri dari Kiai Lutfi pemilik pondok pesantren Daarul Qur’an.
Sampai akhirnya, pil pahit harus ditelan oleh banyak dari para pria yang selama ini menaruh hati pada Anna Althafunnisaa. Tak terkecuali Khairul Azzam, seorang mahasiswa Al Azhar yang baru dapat menyelesaikan kuliahnya setelah hampir 9 tahun lamanya ia berada di negeri para nabi itu. Pada bagian kedua karya dwilogi ini diceritakan tentang kepulangan Azzam yang disambut bahagia oleh keluarganya. Banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan keluarga Azzam jika dibandingkan dengan kehidupan 9 tahun yang lalu sebelum ia berangkat menunaikan cita-cita. Salah seorang adiknya yaitu Ayatul Husna kini telah menjadi seorang cerpenis remaja yang mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Indonesia.
DIATAS SAJADAH CINTA
Diposting oleh Sakura.girl di 14.34
Bersama suratnya, Zahid menyertakan sorban. Sejak menerima surat Zahid Afirah meninggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih itu ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah SWT. Keduanya benar-benar larut dalam samudra cinta kepada Allah SWT, Allah yang Maha Rahman dan Rahim. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di Masjid Kufah.
Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah:
Kepada Zahid,
Assalamu’alaikum
Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hambaNya. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasulullah saw secepatnya.
Wassalam,
Afirah
Subhanallah, Kang Abik memang ahli dalam meramu tulisan fiksi Islami. Setelah sukses dengan beberapa buku best seller-nya, ayat-ayat Cinta, Kang Abik juga merangkai kisah-kisah penuh makna dalam buku Di Atas Sajadah Cinta ini. Didalamnya ada 38 Cerpen. Cerita-cerita di dalamnya sarat hikmah, menyentuh. Semoga Di atas Sajadah Cinta, menjadi Kisah-kisah teladan Islami Peneguh iaman dan penentram jiwa, seperti tertulis di sampulnya. Buku ini layak dibaca siapa saja yang ingin menggugah jiwa dan nuraninya.
DOWNLOAD Di Atas Sajadah Cinta e-book.
NYANYIAN CINTA
Diposting oleh Sakura.girl di 14.34
Andaikata barisan duabelas cerpenis kita pandang sebagai musafir yang sedang melintas padang kehidupan nyata, maka tampak paling depan adalah sang suhu, yakni Gus Mus. Mengiring di belakangnya adalah para pendekar, Ahmadun Yosi Fernanda, Prie GS, Abidah El Khalieqy dan Habiburrahman El Shirazy. Tujuh lainnya adalah cantrik-cantrik yang sedang mengikuti jalan sastra kesantrian yang telah dirintis oleh sang suhu.
Habiburrahman El Shirazy yang novelnya, Ayat-ayat Cinta menjadi buku sangat laris dan fenomenal, di antologi santri pilihan ini, lewat cerpen Nyanyian Cinta, melukiskan hubungan penuh kasih sayang antara Hafsah dan Mahmud dengan latar belakang kehidupan seputar Universitas Al Azhar, Mesir. Habib memang jempolan bila melukiskan situasi di tempat kuliahnya dulu. Dengan cerpennya ini Habib pun mengajak para santri lainnya membaca kehidupan nyata bahwa ruh kesantrian dalam hidup ini memang harus bermuara pada rahmatan lil 'alamin. Kasih sayang dalam makna yang seluas-luasnya.
Secara umum keduabelas cerpen dalam antologi ini sangat pantas dan layak dibaca. Apalagi selain Gus Mus, ada banyak nama besar yang bisa dijadikan jaminan mutu Ahmadun Yosi Herfanda, Habiburrahman El Shirazy, Prie GS, dan Abidah El Khalieqy. - Ahmad Tohari, Sastrawam dan Budayawan.
PUDARNYA PESONA CLEOPATRA
Diposting oleh Sakura.girl di 14.33
Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku pada Raihana. Membagi rinduku yang tiba-tiba memenuhi rongga dada. Air mataku berderai-derai. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang diiringi derai air mata yang tiada henti menetes di jalanan. Aku tak peduli. Aku ingin segera sampai dan melupakan semua rasa cinta ini padanya. Padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan mengambil nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.
” Mana Raihana, Bu ?”
Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
” Istrimu, Raihana istrimu dan anakmu yang dikandungnya ! “
” Ada apa dengan dia ! “
” Dia…….
Itulah petikan dari indahnya untaian kata-kata di Novel Mini “P2C” Karya Habiburrahman El Shirazy. Anda dapat mengambil hikmah bahwa “Kecantikan bukanlah segala-galanya”.
KETIKA CINTA BERTASBIH 1
Diposting oleh Sakura.girl di 14.32
Pekerjaan yang dilakukan Azzam adalah berjualan tempe dan bakso. Bisnis ini membuat dia dikenal sebagai mahasiswa yang tidak lulus-lulus karena lebih senang berjualan tempe. Tidak banyak orang yang tahu akan beban hidupnya yang besar. Setelah hampir sembilan tahun kuliah sambil bekerja, Azzam pun lulus dengan predikat jayyid. Sedangkan adik-adiknya yang di Indonesia juga sudah berhasil berkat biaya darinya. Adiknya telah berhasil menjadi psikolog dan penulis terbaik nasional, lalu adik yang ke dua sudah lulus PGSD dan menjadi guru favorit, lalu si kecil yang baru berumur sembilan tahun hampir khatam hafal Al-Quran di pesantren. Setelah berhasil meng’orang’kan adik-adiknya, barulah dia memikirkan untuk mencari istri.
"AYAT-AYAT CINTA"
Diposting oleh Sakura.girl di 14.30
Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro (sejenis trem).












